Saturday, September 24, 2011

Hai Pemilik Hati yang Patah via AkuIslam.com


Ini untukmu yang sedang bersedih
Dalam rangka menasihati diri sendiri…

Untuk yang sedang bersedih
Beramalah kerana Allah, agar peluhmu tidak sia-sia. Jangan kau hentikan amalmu kerana banjir airmata kecewa yang menghalang jalanmu. Sesungguhnya Allah tidak pernah luput hitungannya. Dia akan meninggikan setiap hamba yang jatuh bangun menyempurnakan pengabdian padaNya.

Wahai jiwa yang sedang layu…
Panjangkanlah sujudmu di malam-malam sunyi. Agar kau tahu bahawa keindahan tetap bersemayam di hati orang-orang yang mendapati cinta Illahi. Dan menangislah sepuasnya… ketika hanya ada kau dan Dia. Adukan sahaja segala resahmu. Sebab dialah yang memiliki jawapannya. 

Wahai jiwa yang sedang dirundung gelisah…
Jangan pernah berhenti mendengarnya bertutur. Walau ceritanya merobek-robek harapan yang sedang kau tumbuhkan. Kadangkala manusia tidak mengenal dirinya sendiri bukan? Dengarlah nasihat seorang bijak, tentang seseorang yang sedang mencari kebahagiaan. Kebahagiaan hanya akan diperoleh dengan banyak memberi. 

Untukmu yang sedang luka..
Jangan pernah engkau hentikan lantunan ayat-ayat cinta. Sekalipun suaranya tenggelam tertelan riuh desakan air mata. Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan terubat dengan lantunanmu. Maka teruskanlah nyanyian sucimu.

Hai pemilik hati yang patah..
“…yang kau sayang selalu sahaja menerbitkan kesedihan hatimu..” Percayalah bahawa cinta dapat ditumbuhkan dimana saja. Jika hati diumpamakan pintu, adalah wajar jika kita mengetuk pintu yang salah. Insya Allah, Kau yang akan menemukan pintumu. Mintakan pada Dia yang Menebar Cinta!

Kawanku yang dicintai Allah..
Hidup ini hanyalah permainan yang harus kita mainkan dengan sungguh-sungguh. Maka, tiada gunanya berlama-lama dalam duka. Duka yang bertahun hanya akan membuatmu buta akan banyak kebahagiaan yang disajikan Allah padamu. Duka yang kau genggam akan membuatkan mu jauh dari rasa syukur.


Monday, September 19, 2011

EID MUBARAK

Tak sempat mengucapkan Salam Eid al-fitri kepada semua.. Mohon maaf zahir dan batin.. 
Semoga ada sinar kebahagiaan, kemenangan dan hikmah besar menanti di hari mendatang selepas menempuh ujian dan dugaan dari Maha Pencipta.
Semoga hari ini lebih baik daripada semalam, dan semoga esok serta hari-hari mendatang jauh lebih baik daripada hari ini.

Thursday, August 11, 2011

IHYA' RAMADHAN


Happy Ramadhan ..
May Allah makes this Ramadhan full of happiness to all and let the Muslim people rise again and follow the right rules of Islam and may this month be a platform for us to success in this life and the next ..

Tuesday, April 19, 2011

A Motivated Story =)

Al-salam ...
I just thought to share one short story, a beautiful short story wrote by Paulo Coelho with you viewers..
When I read it, it reminds me a lot of things, about myself, what have I done. and what should I do. And I hope it will help to remind all of you of something too. Please read, the story is so beautiful, the message is so meaningful ...

The Story of the Pencil

A boy was watching his grandmother write a letter. At one point, he asked:
     "Are you writing a story about what we've done? Is it a story about me?"
     His grandmother stopped writing her letter and said to her grandson:
     "I am writing about you, actually, but more important than the words is the pencil I'm using. I hope you will be like this pencil when you grow up."
     Intrigued, the boy looked at the pencil. It didn't seem very special.
     "But it's just like any other pencil I've seen!"
     "That depends on how you look at things. It has five qualities which, if you manage to hang on to them, will make you a person who is always at peace with the world."
     "First quality: you are capable of great things, but you must never forget that there is a hand guiding your steps. We call that hand God, and He always guides us according to His will."
     "Second quality: now and then, I have to stop writing and use a sharpener. That makes the pencil suffer a little, but afterwards, he's much sharper. So you, too, must learn to bear certain pains and sorrows, because they will make you a better person."
     "Third quality: the pencil always allows us to use an eraser to rub out any mistakes. This means that correcting something we did is not necessarily a bad thing; it helps to keep us on the road to justice."
     "Fourth quality: what really matters in a pencil is not its wooden exterior, but the graphite inside. So always pay attention to what is happening inside you."
     "Finally, the pencil's fifth quality: it always leaves a mark. In just the same way, you should know that everything you do in life will leave a mark, so try to be conscious of that in your every action."

PAULO COELHO, 
Like The Flowing River, pg10-11

Thursday, January 6, 2011

Sebuah Puisi : Nada di Tanduk Duri

Saat aku masih mengenang akan peritnya keindahan yang pernah aku kasihi dulu, aku membawa diri ke tempat yang banyak mengajar aku tentang berdikari, dan pendirian diri. Di Library Universiti Islam Antarabangsa Malaysia, aku menghabiskan masaku di suatu petang di sudut Literature untuk aku membaca mana-mana bahan bacaan yang patut. Hatiku sungguh tertarik dengan puisi Dato' A.Samad Said berjudul "Nada di Tanduk Duri", yang diterbitkan dalam Irama pada Mei 1955.
Puisi ini benar-benar menepati rasaku kala itu yang melalui sesuatu yang hampir sama dengan apa yang ditulis beliau...

Tiada bergema jiwa kelana sekian lama
mengharap kasih tenang menyujud di lutut hati,
tiada suara melimpah mesra mendendang lara
membawa hiba ganas bertakhta di kalbu sepi.

Pada kekasih sengaja menyimpang menggila pelukan
untaian kata semurni kasih aku beri
bila tiada teman bermesra di hari hadapan
usahlah berpaling mendakap aku meminta hati.

Segala kasih yang pernah kusembah sepenuh jiwa
biar terlempar ke lecak lumpur berbuih nista
kerana di hati mengamuk sudah benci menyala
kalau merela mercupnya cinta berbunga dusta.

Kekasih hati setia tiada dalam bercinta
marak api membakar liar menghangus jiwa.